CILOK....
Kalau dengar "cilok" pasti ingat jaman SD. yang jualan buaaaanyaaaak banget.. sampai sekarang juga (malah lebih banyak lageee) dari yang naik sepeda pancal, sepeda motor sampe cilok masuk mall.. hhmmmm... diresep ini, saya coba membuat cilok sederhana, mudah, tapi rasanya tetep yahuuuud... cekidooooot yaaa...

*Bahan :
~200 gr daging ikan/ayam/sapi (sesuai selera anda pemirsaaaaa)
~1 butir telur
~150 ml air
~350 gr tepung kanji
~150 gr tepung terigu
~Air utk merebus

*bumbu yang dihaluskan :
~4 siung bawang putih
~1 1/4 sdt garam
~1/2 sdt merica

*Cara membuat :
~ Blender daging ikan bersama telur dan air sampai tercampur rata
~ Masukkan dalam tepung kanji yg sudah dicampur terigu.
~ Tambahkan bumbu halus
~ Uleni sampai kalis
~ Bentuk bola2 sebesar kelereng.
~ Rebus sampai matang dan mengapung
~Angkat dan dinginkan (diangin-anginkan)
~Kukus selama kurang lebih 10 menit.
~ Sajikan dgn saus kacang, saus sambal dan kecap.

Dari sumber yang saya baca, ada 2 cara membuat saus kacang, sama-sama enak ko.. semua tergantung selera anda ya..

*bahan saus kacang 1 :
250 g kacang tanah, hancurkan dengan air matang panas secukupnya
(700 ml air, atau dikira-kira aja kentalnya mau gimana)
1/2 Kg ubi merah kukus, kupas, lumatkan
5 Cabe merah (selera masing-masing kadar pedas-nya), diulek
1/2 Sdt garam
2 Sdt gula
Kecap (selera masing-masing kadar manis-nya)
3 Siung bawang putih dicincang halus
5 Kemiri dihaluskan

Cara membuat saus kacang (bisa juga untuk saus siomay) :
Campur aduk jadi satu semua bahan untuk saus kacang, kecap terakhir aja supaya bisa ditambah lagi sesuai keinginan, manisnya bagaimana.

Note:
penggunaan ubi merah untuk saus kacang cilok siomay ini dulunya dimaksud untuk menghemat kacang tanah (dan tetap kental), biar myurah. Tapi kemudian diketahui kalo ubi merah bisa membantu bumbu kacang jadi nggak gitu berasa bikin eneg.

*Bahan saus kacang 2 :
Bahan:
~ 100 gr kacang tanah, sangrai, bersihkan kulit arinya.
~ Cabe Merah secukupnya, sesuai selera, iris2, goreng
~ 1 sdt garam
~ 1,5 sdm gula merah/gula palem
~ 1 siung bawang putih
~ air secukupnya
Cara:
~ Blender kacang goreng dan cabe goreng sampai halus.
~ Masak kacang halus dgn ditambahkan air, garam, gula sampai mendidih
~ Angkat dan siap disajikan

Simpel kan? silahkan dicoba dirumah.. 
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “R” G1 P0000 Ab000 UK 8-10mg T/H/I DENGAN KEHAMILAN NORMAL

BAB II
TINJAUAN TEORI
I.        KONSEP TEORI
A.     PENGERTIAN
Kehamilan adalah masa dimulainya konsepsi jalan lahir, lama kehamilan normal adalah 280 hari (9 bulan 7hari) yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT)
                                                                                                (Sarwono, 1999)

Kehamilan adalah penyatuan sperma dari laki-laki dan ovum perempuan.
                                                                                                (Varney, 1999)

Pemeriksaan Antenatal Care adalh pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti oleh upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan.
                                                                                                (Depkes RI, 1996)


B.     PROSES KEHAMILAN
Suatu proses kehamilan dapat terjadi apabila tiga aspek penting terpenuhi, yaitu :
a. Ovum
Ovum atau sel telur adalah suatu sel besar yang diameternya 0,1 mm terdiri dari nukleus yang terapung dalam viteus dilingkari oleh zona perisida dan dilapisi oleh korona radiata.
b. Spermatozoa
      Spermatozoa terbentuk seperti kecebong dan mempunyai tiga bagian, yaitu kepala, leher dan ekor. Bagian kepala mengandung nukleus, bagian leher sebagai penghubung kepala dan ekor. Sedang bagian ekor berfungsi untuk bergerak.
b. Konsepsi
Konsepsi adalah suatu peristiwa bertemunya sperma dan ovum yang terjadi di ampula tuba. Pada hari ke 11-14 dalam siklus haid, wanita mengalami ovulasi, yait matangnya sel telur sehingga siap untuk dibuahi pada saat konsepsi.

C.     TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN
I.        PERUBAHAN PERSUMTIF (SUBJEKTIF).
a.       Amenorre
Tidak semua wanita mengalami amenorre. Misalnya karena gangguan psikologis, atau wanita dengan penyakit infeksi.
b.      Nyeri payudara dan pembesaran payudara
Pengaruh hormon esterogen dan progesteron yang merangsang duktus alveoli, sehingga grandula montgomery tampak jelas.
c.       Morning sickness
Asuhan:
v                 Memberitahu klien agar pada waktu bangun pagi untuk berbaring sebentar sampai keluhan berkurang.
v                 Menganjurkan agar klien untuk makan biskuit atau roti kering di pagi hari, minum teh hangat dan makan dengan porsi kecil tetapi sering.
v                 Menganjurkan agar ibu tidak makan makanan yang berbau tajam, berbumbu tajam, berlemak.
v                 Menganjurkan agar ibu melakukan kegiatan yang tidak terlalu berat dan kegiatan itu disukai ibu.
d.      Pembesaran uterus
Berat normal uterus adalah 30gr. Pada saat hamil menjadi 1000gr. Bentuk uterus ketika hamil adalah seperti telur ayam.
e.       Sering berkemih
Desakan rahim menyebabkan kandung kemih terasa penuh dan sering berkemih. Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini akan berkurang karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir triwulan gejala bisa timbul karena janin mulai masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kemih.

II.     PERUBAHAN MUNGKIN
v     Tanda Hegar                : konsistensi rahim lunak terutama didaerah isnus uteri.
v     Tanda Ballotement        : bila rahim digoyangkan akan timbul lentingan.
v     Tanda Goodel              : serviks bertambah vaskularisasinya (aliran darah ke serviks lebih lanjut) dan lunak seperti bibir.
v     Tanda Piscaseck           : - pembesaran uterus yang tidak simetris
-   uji laboratorium serum
-   perubahan pigmentasi kulit
-   USG adanya kantong kehamilan
III.   PERUBAHAN POSITIF (DIAGNOSTIK)
v     Denyut jantung janin.
v     Pemeriksaan melihat dan merasakan gerakan bayi.
v     USG memastikan aadanya janin.

D.     KELUHAN YANG SERING TERJADI
* PADA TRIMESTER I, yaitu:
         1. Munculnya mual dan muntah
               - Terutama pada trimester 1 dan 2.
               - Disebabkan peningkatan hormon dalam tubuh.
               - Penanganan:
·        Makan sedikit tetapi sering.
·        Tidak merangsang dengan makanan yang membuat mual.
·        Untuk mengurangi rasa mual muntah, makanlah lebih banyak zat tepung.
·        Berbaring sebentar sebelum bangun dari tempat tidur.



E.   PERUBAHAN FISIOLOGIS WANITA HAMIL
      1. SISTEM REPRODUKSI
            a. Uterus
                  Bertambah besar, berat normalnya 30gr menjadi 1000gr. Dengan ukuran belakang 22cm, pada waktu hamil uterus berbentuk seperti telur ayam. Pada bulan ke I seperti alpukat. Bulan ke II seperti telur bebek. Bulan ke III seperti telur angsa. Bulan ke IV berbentuk bulat.
            b. Indung Telur (ovarium)
                  - Ovulasi berhenti
                  - Masih terdapat korpus luteum graviditels terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron.
            c. Vagina dan Vulva
                  Pembuluh darah vagina bertambah, sehingga terjadi hipervaskularisasi vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina dan partio serviks disebut  chand.
            d. Dinding Perut
         Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya selaput elastis di bawah kulit sehingga timbul strei gravidarum. Kulit perut pada linea alba bertambah hiperpigmentasinya disebut linea nigra. Juga bagi kehamilan tua akan timbul nyeri perut bagian bawah karena kepala janin telah masuk PAP.
            e. Serviks
                  Menjadi lunak karena pembuluh darah serviks bertambah, timbulnya oedema serviks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar serviks.
     
      2. SISTEM SIRKULASI
                  Volume darah bertambah naik plasmanya maupun eritrositnya. Tetapi penampilan plasmanya disebabkan oleh hidremia lebih menonjol sehingga biasanya Hb menurun.


      3. SISTEM PERNAPASAN
                  Kapasitas paru-paru meningkat sedikit selama kehamilan. Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak napas san napasnya pendek, karena ususnya yang tertekan ke arah diafragma. Kapasitas total paru-paru berkurang 5% karena elevasi diafragma. Adanya perubahan dalam bentuk dada akan lengkungan bertambah besar pada awal kehamilan. Sebagai kompensasi desakan dan kebutuhan yang meningkat. Ibu hamil bernapas lebih dalam 20-25% dari biasanya.

      4. SISTEM SALURAN PENCERNAAN
Salivasi meningkat, mengeluh mual muntah, tonus otot dalam saluran pencernaan melemah sehingga makanan lebih lama dalam saluran pencernaan, dan terjadilah konstipasi.

      5. KULIT
                  Pada daerah kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi.
·        Pada muka disebut cloasma gravidarum.
·        Pada payudara disebut hiperpigmentasi pada ereola dan papila mamae.
·        Pada perut, disebut linea nigra, strie gravidarum livide dan albican.
·        Pada vulva yang menjadi berwarna kebiruan.

      6. KELENJAR ENDOKRIN
·        Kelenjar tiroid dapat membesar sedikit.
·        Kelenjar hipofase dapat membesar terutama lobus anterior.
·        Kelenjar adrenal tidak begitu terpengaruh.

A.     TUJUAN ASUHAN ANTENATAL CARE
1.      Tujuan Umum
Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan janin selama kehamilan.
2.      Tujuan Khusus
a.       Melayani dan mengenali penyakit-penyakit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan.
b.      Melayani dan mengenali penyakit yang mungkin diderita sedini munkin.
c.       Menurunkan angka mordibilitas dan mortilitas ibu dan janin.
d.      Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan persalinan, nifas, laktasi.

B.     STANDART ASUHAN ANTENATAL
1.      Timbang berat badan
Kenaikan berat badan pada ibu hamil.
·        Trimester I     : 1000-1500gr
·        Trimester II   : 4500gr
·        Trimester III : 5000-5500gr
2.      Tekanan darah
Seperti yang disebutkan diatas, terjadi penurunan tekanan darah dan akan naik perlahan pada usia kehamilan 24 minggu.
3.      Pemberian imunisasi TT
Suatu cara meningkatkan kekebalan seserang dengan menggunakan antitoksin dan eksitosin yang dihasilkan oleh bakteri elastridum, sehingga terhindar dari infeksi tetanus. Diberikan sebanyak 4x dengan selang waktu 4 minggu.
4.      TFU
Merupakan salah satu parameter dari kondisi kehamilan dan TFU yang normal.
·        Akhir bulan III (12 minggu) : TFU 1-2 jari di atas simpisis.
·        Akhir bulan IV (16 minggu) : TFU pertengahan simpisis dan pusat.
·        Akhir bulan V (20 minggu)  : TFU 3 jari di bawah pusat.
·        Akhir bulan VI (24 minggu) : TFU setinggi pusat.
·        Akhir bulan VII (28 minggu)           : TFU 3 jari di atas pusat.
·        Akhir bulan VIII (32 minggu)          : TFU pertengahan pusat dengan px.
·        Akhir bulan IX (36 minggu) : TFU 3 jari di bawah px.
·        Usia kehamlan 38 minggu merapat lingkar tulang iga.
·        Usia akhir bulan (40 minggu) TFU pertengahan antara px dan pusat.
5.      Pemberian tabet tambah darah
Selama kehamilan seorang ibu hamil minimal harus mendapatkan 90 tablet tambah darah (Fe), karena sulit untuk mendapatkan zat besi dengan jumlah yang cukup dari makanan. Untuk mencegah anemia, seorang wanita sebaiknya mengkonsumsi sedikitnya 60 mg zat besi (mengandung Fe SO4 320 mg) dan 1 mg asam folat setiap harinya. Akan tetapi, jika ibu tersebut sudah menderita anemia, maka sebaiknya mengkonsumsi 2 tablet dan 1 asam folat per harinya. Ingatkan bahwa zat besi menyebabkan mual, konstipasi serta perubahan warna feses. Maka sebaiknya tablet Fe diminum pada malam hari untuk menghindari perasaan mual. Tablet Fe ini sebaiknya tetap diberikan sampai 1 bulan pasca persalinan.
6.      Test PMS
PMS yang terjadi selama kehamilan berlangsung akan menyebabkan kelainan atau cacat bawaan pada janin dengan segala akibatnya. Oleh karena itu, tes PMS perlu dilakukan agar dapat didiagnosis secara dini dan mendapatkan pengobatan secara cepat.
7.      Temu wicara
Temu wicara mengenai persiapan tentang segala sesuatu yang kemungkinan terjadi selama kehamilan penting dilakukan. Hal ini penting karena bila terjadi komplikasi dalam kehamilan, ibu segera mendapat pertolongan secara cepat dan tepat. Karena kemungkinan sering terjadi:
·        Terlambat menngenali bahaya.
·        Terlambat untuk dirujuk.
·        Terlambat mendapat pertolongan yang memadai
.
C.     JADWAL PEMERIKSAAN ANC
Untuk menerima manfaat yang maksimum dari kunjungan-kunjungan antenatal ini, maka sebaiknya ibu tersebut memperoleh sedikitnya 4x kunjungan selama kehamilannya, yaitu :
·        1 x pada trimester I
·        1 x pada trimester II
·        2 x pada trimester III

D.     PEMERIKSAAN IBU HAMIL
a.       Anamnesa
-   Identifikasi data istri dan suami.
-   Anamnesa umum (keluhan tentang haid, tentang kehamilan.
b.      Inspeksi dan pemeriksaan fisik
Pemeriksaan tubuh secara baik, tekanan darah, suhu, pernapasan dan sebagainya.
c.       Perkusi
Bila ada indikasi
d.      Palpasi dengan leopold.
·        Leopold I            : Pemeriksaan menghadap ibu hamil, menentukan TFU dan bagian janin dalam fundus.
·        Leopold II           : Mengetahui batas samping rahim kanan dan kiri. Menentukan letak punggung janin.
·        Leopold III          : Menentukan bagian terbawah janin,  apakah bagian bawah tersebut sudah masuk PAP atau belum.
·        Leopold IV         : Pemeriksaan menghadap ke arah kaki ibu hamil. Menentukan berapa bagian letak terbawah janin yang sudah masuk PAP.
e.       Auskultasi
Menggunakan stetoskop obstetrik, doppler untuk mendengarkan DJJ.
f.        Pemeriksaan dalam
Bila ada indikasi.
g.       Pemeriksaan rongenokologik
Bila terdapat keraguan dalam pemeriksaan obstetrik.
h.       Pemeriksaan laboratorium
Diperiksa air kencing dan darahnya. Minimal 2x pemeriksaan dalam kehamilannya.
i.         Ultrasonografi
j.        Terapi kehamilan
Tujuan terapi pada wanita hamil lebih untuk mencapai taraf kesehatan yang tinggi dalam kehamilan dan menjelang persalinan.

II. KONSEP MANAJEMEN KEBIDANAN
  1. PENGKAJIAN
Tempat  :
Tanggal :                                               Jam:
A.     DATA SUBJEKTIF
a.       Biodata
Untuk mengetahui nama, umur, pekerjaan, nama suami, agama, pendidikan, alamat, penghasilan. Maksud pelayanan ini adalah untuk mengidenfikasi penderita dan menentukan anjuran atau pengobatan yang akan diberikan.
b.      Alasan datang
Untuk mengetahui apakah penderita datang untuk memeriksa kehamilannya ataukah ada pengaduan lain yang penting.
c.       Riwayat kesehatan dulu
Untuk mengetahui apakah klien pernah menderita penyakit menular, menurun atau kronis.
d.      Riwayat kesehatan sekarang
Untuk mengetahui apakah saat ini ibu menderita suatu penyakit tertentu atau penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilannya.
e.       Riwayat kesehata dan menentukan keluarga
Untuk mengetahui apakah dalam keluarganya atau keluarga dari suami ada yang menderita penyakit menular, menurun, kronis atau memiliki riwayat gemeli.
f.        Riwayat haid
Menanyakan pada ibu tentang amenorre, menarche, siklus, lama, banyaknya darah, keluhan,flour albus, HPHT.
g.       Riwayat perkawinan
Untuk mengetahui berapa kali ibu menikah, lama menikah, dan umur pertama kali menikah.
h.       Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Untuk mengetahui apakah ibu pernah hamil, ada keluhan/tidak, periksa berapa kali, mendapatkan penyuluhan/tidak, bersalin normal/operasi, mengalami kegagalan/tidak dengan kontrasepsi yang lalu.
i.         Riwayat kehamilan sekarang
Keluhan ibu selama hamil, periksa berapa kali, dimanakah ibu periksa, mendapatkan terapi apa saja dan apakah gerakan janin sudah dirasakan apa atau belum.
j.        Riwayat KB
Apakah ibu sudah pernah KB, metode KB apakah yang digunakan, apakah ada keluhan, rencana menggunakan KB apa setelah melahirkan nanti.
k.      Pola kebiasaan sehari-hari
·        Nutrisi              : Berapa kali ibu makan dalam 1 hari, menu makanan apakah seimbang/tidak, bagaimana komposisinya,minum berapa gelas per harinya.
·        Eliminasi           : Berapa kali BAB/BAK dalam sehari.
·        Istirahat            : Berapa jam ibu tidur siang dan tidur malam.
·        Aktivitas           : Apa saja aktivitas ibu sehari-hari, mengalami gangguan/tidak.
·        Kebersihan       : Berapa kali ibu mandi, gosok gigi dan ganti baju dalam dalam sehari.
·        Rekreasi           : Hiburan apa yang didapat ibu setiap harinya.
·        Seksual            : Berapa kali frekuensi ibu melakukan hubungan seksual dalam seminggunya.
l.         Keadaan psikososial, sosial, spiritual, budaya
·        Psikologi
Kehamilan ini direncanakan, didukung, diharapkan/tidak oleh ibu, suami, keluarga.
·        Sosial
Bagainama hubungan ibu dengan suami, keluarga, tetangga.
·        Spiritual
Untuk mengetahui kepercayaan, kebiasaan yang dianut ibu dan keluarga.
·        Budaya
Berbudaya apa, selamatan, pantangan makanan, kalau sakit berobat kemana.

B.     DATA OBJEKTIF
a.       Pemeriksaaan Umum
·        Kesadaran umum          : baik/cukup/kurang.
·        Kesadaran                    : composmentis/apatis/letargis/sammelen.          
·        Tekanan darah              : kenaikan systole tidak melebihi 30 mmHg dan dyastole tidak melebihi 15 mmHg.
·        Nadi                             : 60-80x /menit
·        Pernapasan                   : 16-24x /menit
·        Suhu                             : 36,5-37,5˚ C
·        Tinggi badan                 : ≤ 145 cm kemungkinan panggul sempit.
·        Berat badan                  : pertambahan bb 0,5-1 kg / bulan
·        Lila                               : ≥ 23 cm
b.      Pemeriksaan Fisik
1. Inspeksi        :
·        Rambut            : bersih/tidak, warna rambut, rontok/tidak
·        Muka               : pucat/tidak, nampak cloasma gravidarum/tidak
·        Mata                : warna konjungtiva, warna skelera
·        Hidung : lubang hidung simetris/tidak, bersih/tidak, ada sekret/tidak
·        Mulut               : bibir lembab/tidak, ada stomatitis/tidak, ada caries/tidak, ada karang gigi/tidak, ada gigi berlubang/tidak
·        Telinga : daun telinga simetris/tidak, bersih/tidak, ada serumen/tidak
·        Leher               : tampak/tidak pembesaran kelenjar tiroid
·        Dada                : tampak/tidak retraksi dada
·        Payudara          : simetris/tidak, tampak hiperpigmentasi areola dan papila mamae/tidak, puting susu tampak menonjol/tidak, grandula montgomery sudah tampak/tidak
·        Perut                : nampak linea nigra/tidak, nampak strie albican livida/tidak, perut nampak membesar membujur/melintang, ada bekas luka operasi/tidak
·        Genetalia          :ada darah/tidak, ada flour albus/tidak, ada oedem/tidak, ada varises/tidak
·        Ekstermitas       : ada oedem/tidak, ada varises/tidak
2. Palpasi
·        Leher               : teraba/tidak pembesaran kelenjar tiroid dan vena jungularis
·        Payudara          : teraba/tidak benjolan abnormal, ada/tidak nyeri tekan, colostrum sudah keluar/belum
·        Perut                :
Ø      Leopold I         : menentukan tuanya kehamilan dan apa yang terdapat di fundus (bagian teratas)
Ø      Leopold II        : menentukan dimana letak punggung janin dan dimana letak bagian terkecil janin
Ø      Leopold III       : menentukan apakah bagian terbawah dan apakah sudah masuk atau belum ke PAP
Ø      Leopold IV      : menentukan barapa bagian terbawah yang sudah masuk dalam rongga panggul.
3. Auskultasi
·        Dada    : ronchi +/- , wheezing +/-
·        Perut    :bising usus normal/tidak
·        DJJ      : +/-, frekuensi per menit
4. Perkusi
·        Reflek patela +/-

  1. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH
Dx : G... P.... Ab... UK...... dengan kehamilan....
Ds : ibu mengatakan hamil... bulan
       HPHT
Do : - TTV
-         TB
-         BB
-         Lila
-         TFU
-         DJJ
-         Tafsiran Persalinan
Masalah : yang berkaitan dengan keluhan ibu

  1. IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
-
  1. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
-

  1. INTERVENSI
Tanggal :                                   Jam :
Dx : G... P.... Ab... UK..... dengan kehamilan....
Tujuan :
Kriteria hasil     : - menuliskan tentang keadaan ibu
                          - menuliskan tentang hasil TTV, keadaan TFU, dan DJJ
a. Membina hubungan saling percaya dengan menciptakan hubungan baik.
                        R/
  1. IMPLEMENTASI
Dilakukan pada tanggal             jam
Sesuai dengan intenrvensi
  1. EVALUASI
Dilakukan pada tanggal             jam
Sesuai dengan kriteria hasil





















BAB III
TINJAUAN KASUS

              I.      PENGKAJIAN DATA
Tempat             : Poli KIA Puskesmas Pakisaji
Tanggal/jam      : 9 Juli 2010/ 08.00

v     DATA SUBJEKTIF
Nama istri            : Ny. “R”                         Nama suami     : Tn. “S”
Umur                   : 26 tahun                        Umur                : 29 tahun
Agama                : islam                              Agama             : islam
Suku                   : Jawa                              Suku                : Jawa
Pendidikan          : SMP                             Pendidikan       : SMU
Pekerjaan            : irt                                  Pekerjaan         : swasta
Penghasilan          : -                                    Penghasilan       : ±Rp.400.000;/mgg
Alamat                : Pakisaji 12/10                Alamat             : Pakisaji 12/10

a.       Alasan datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.

b.      Keluhan utama
Ibu mengatakan kadang-kadang merasakan mual dan muntah.

c.       Riwayat kesehatan dulu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, misalnya batuk menahun, AIDS, sakit kuning. Penyakit menurun, misalnya kencing manis, darah tinggi, sesak napas. Penyakit kronis, misalnya ginjal, jantung, paru-paru.



d.      Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan saat ini tidak sedang menderita sakit panas, pilek, atau pun penyakit yang dapat mengganggu kehamilannya (panas tinggi, diare).

e.       Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan tidak ada keluarga yang menderita penyakit menular seperti batuk menahun, AIDS, sakit kuning. Penyakit menurun seperti kencing manis, darah tinggi, sesak napas. Dan penyakit kronis, seperti ginjal, jantung, paru-paru. Baik dari keluarga ibu atau suami tidak ada keturunan kembar dan penyakit jiwa.

f.        Riwayat haid
·        Menarche         : 13 tahun
·        Lama                : 7 hari
·        Banyaknya       : 3x ganti pembalut /hari
·        Siklus               : 28 hari
·        Keluhan            : tidak ada
·        Flour albus       : tidak ada
·        HPHT              : 8 mei 2010

g.       Riwayat pernikahan
·        Menikah                       : 1x
·        Lama                            : 2 tahun
·        Usia saat menikah         : 24 tahun

h.       Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang pertama dan ibu tidak pernah mengalami keguguran.

i.         Riwayat kehamilan sekarang
·        Keluhan                        : mual dan muntah sejak 3 hari yang lalu
·        Tempat periksa : Puskesmas Pakisaji
·        Berapa kali                   : 2x
·        Terapi                          : Asam folat 3x1/hari
                                            Vit. B komplek 3x1 /hari
                                            Tablet kalk 3x1 /hari

j.        Riwayat KB
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB apapun.
Setelah melahirkan nanti ibu merencanakan mengikuti KB suntik 6 bulanan.

k.      Pola kebiasaan sehari-hari
Ø      Nutrisi
·        Sebelum hamil           : makan 3x sehari dengan porsi sedang. Buah kadang-kadang. Minum susu dan air putih 8-10 gelas /hari.
·        Saat hamil                  : makan 3x sehari dengan porsi sedikit. Buah kadang-kadang. Minum susu jarang dan air putih 8-10 gelas /hari.
Ø      Eliminasi
·        Sebelum hamil           : BAK 5-6x/ hari          BAB 1-2x /hari
·        Saat hamil                  : BAK 6-7x/hari           BAB 1-2x/hari
Ø      Aktivitas
Ibu mengatakan kegiatannya sebelum dan saat hamil sama. Yaitu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Misalnya menyapu, mengepel, memasak, mencuci, setrika).
Ø      Istirahat
·        Sebelum hamil           : tidur siang 1 jam, tidur malam 7-8 jam
·        Saat hamil                  : tidur siang 1-2 jam, tidur malam 7-8 jam
Ø      Rekreasi
·        Sebelum hamil           : menonton TV
·        Saat hamil                  : menonton TV, jalan-jalan pagi
Ø      Seksual
·        Sebelum hamil           : melakukan hubungan intim 3x seminggu
·        Saat hamil                  : melakukan hubungan intim 1-2 seminggu
Ø      Personal Hygien
·        Sebelum hamil           : mandi 2x sehari, ganti celana dalam setiap sehabis mandi dan jika terasa lembab, gosok gigi 2x sehari, keramas 3-4x seminggu.
·        Saat hamil                  : mandi 2x sehari, ganti celana dalam setiap sehabis mandi dan jika terasa lembab, gosok gigi 2x sehari, keramas 2-3x seminggu.
Ø      Kebiasaan buruk
·        Ibu mengatakan baik sebelum hamil dan saat hamil, ibu tidak merokok, tidak minum alkohol, tidak mengkonsumsi narkoba.

l.         Data psikologis
Ibu mengatakan sangat senang dengan kehamilannya. Kehamilan ini direncanakan dan sangat diharapkan oleh ibu, suami, dan keluarga. Jenis kelamin apapun akan diterima dengan senang hati.

m.     Data sosial
Ibu mengatakan saat ini tinggal bersama mertua. Hubungan ibu dengan suami, keluarga dan masyarakat sangat baik. Ibu mengatakan mengikuti pengajian, PKK, Dasawisma.

n.       Data spiritual
Ibu mengatakan melaksanakan shalat 5 waktu.

o.      Keadaan budaya
Ibu mengatakan dilingkungannya masih melakukan upacara 3 bulanan, 7 bulanan. Juga masih ada tradisi oyog. Tetapi ibu mengatakan tidak akan melakukan oyog.
v     DATA OBJEKTIF
a.       Pemeriksaan umum
·        Keadaan umum            : baik
·        Kesadaran                    : composmentis
·        Tekanan darah              : 110/80 mmHg
·        Nadi                             : 84x /menit
·        RR                               : 22x /menit
·        Suhu                             : 36,7˚ C
·        Tb                                : 150 cm
·        Bb                                : Sebelum hamil : 44kg
  Saat ini              : 45 kg
·        Lila                               : 24 cm

·        TP                                : 15 Pebruari 2011

b.      Pemeriksaan fisik
Ø      Inspeksi
·        Kepala       : tampak bulat
·        Rambut      : bersih, hitam, bergelombang, tidak berketombe
·        Muka         : tidak pucat, tidak oedem, tidak nampak cloasma gravidarum.
·        Hidung       : lubang hidung simetris, bersih, tidak ada sekret, tidak ada pembesaran kelenjar polip.
·        Telinga       : kedua daun telinga tampak simetris, bersih, tidak ada serumen.
·        Mulut         : bibir tampak lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi, tidak ada karang gigi, ada gigi berlubang.
·        Leher         : tidak nampak pembesaran kelenjar tiroid.
·        Dada          : tidak nampak retraksi dada, pergerakan napas teratur.
·        Payudara    : bersih, payudara simetris, membesar, puting susu menonjol, tidak nampak hiperpigmentasi pada areola dan papila mamae, glandula montgomery belum nampak menonjol.
·        Perut          : perut rata (belum membesar), tidak ada bekas luka operasi, belum nampak hiperpigmentasi pada linea nigra, tidak nampak strie livida.
·        Genetalia    : bersih, tidak ada flour albus, tidak ada darah/sekret, tidak varises, tidak oedem.
·        Ekstermitas: baik ekstermitas atas maupun bawah tampak simetris, tidak oedem, tidak varises.

Ø      Palpasi
·        Kepala       : tidak ada nyeri tekan.
·        Mata          : konjungtiva berwarna merah muda, skelera berwarna putih.
·        Telinga       : tidak ada nyeri tekan.
·        Leher         : tidak teraba pembesaran vena jungularis, tidak teraba pembesaran kelenjar limfe, tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid.
·        Payudara    : tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan, colostrum belum keluar.
·        Perut          :- leopold I       : teraba TFU 2 jari di atas simpisis.
 - leopold II      : tidak dilakukan.
 - leopold III     : tidak dilakukan.
 - leopold IV    : tidak dilakukan.
·        Genetalia    : tidak teraba pembesaran kelenjar bartolini.

Ø      Auskultasi
·        Dada          : ronchie (-)/(-) wheezing (-)/(-)
·        DJJ            : tidak dilakukan

Ø      Perkusi
·        Reflek patela : (+)/(+)
c.       Data Penunjang
·        HB             : 13 gr% dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2010
·        Albumin      : (-)
·        Glukosa      : (-)
           II.      IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx        : G1 P0000 Ab000 UK 8-10 mg T/H/I dengan kehamilan normal.
Ds        : Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama.
              HPHT            : 8 Mei 2010
Do       : KU                 : baik
              Kesadaran      : composmentis
              TD                 : 110/80 mmHg
              Nadi               : 84x/menit
              RR                 : 22x/menit
              Suhu               : 36,7˚ C
              TP                  : 15 Februari 2011
Masalah : -

         III.      DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL
-

        IV.      IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
-

           V.      INTERVENSI
Dx        : G1 P0000 Ab000 UK 8-10 mg T/H/I dengan kehamilan normal.
Tujuan  : Agar tidak tejadi komplikasi dalam kehamilan pada TM I, agar ibu dan   janin dalam keadaan sehat.


1. Jalin hubungan dan sikap kepercayaan kepada ibu.
            R/ Hubungan yang baik dan sikap percaya akan menimbulkan sikap yang kooperatif pada ibu.
2. Jelaskan hasil pemeriksaan kehamilan kepada ibu.
R/ Memberi ketenangan pada ibu, suami dan keluarga. Juga dapat    mendeteksi secara dini jika terjadi kelainan.
3. Jelaskan pada ibu bahwa mual dan muntah selama TM I adalah hal yang   normal dan fisiologis.
            R/ Agar ibu mengerti dan dapat menyesuaikan diri.
4. Anjurkan ibu untuk makan biskuit/roti kering dan minum teh hangat terlebih dahulu sebelum bangun tidur.
            R/ Agar mual dan muntah tidak terlalu dirasakan oleh ibu.
5.Anjurkan agar ibu menghindari makanan yang berbumbu dan berbau tajam.
R/ Makanan yang berbau dan berbumbu tajam memicu rasa mual dan muntah.
6.Anjurkan agar ibu tidak makan yang banyak mengandung lemak.
R/ Makanan yang banyak mengandung lemak memicu rasa mual dan muntah.
7.Anjurkan agar ibu makan makanan yang bergizi.
            R/ Untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
8.Anjurkan agar ibu makan dengan porsi kecil tetapi sering.
            R/ Agar asupan gizi tercukupi.
9.Anjurkan agar ibu kontrol 1  minggu lagi atau jika ada keluhan.
            R/ Untuk mengetahui secara dini komplikasi yang mungkin dapat terjadi.

        VI.      IMPLEMENTASI
Dx        : G1 P0000 Ab000 UK 8-10 mg T/H/I dengan kehamilan normal.
1. Menjalin hubungan dan sikap saling percaya kepada ibu.
2. Menjelaskan hasil pemeriksaan kehamilan kepada ibu.
3. Menjelaskan pada ibu bahwa mual dan muntah adalah hal yang normal dan fisiologis.
4. Menganjurkan ibu untuk makan biskuit/roti kering dan minum teh hangat terlebih dahulu sebelum bangun tidur.
5. Menganjurkan agar ibu menghindari makanan yang berbumbu dan berbau tajam.
6.Menganjurkan agar ibu tidak makan yang banyak mengandung lemak.
7. Menganjurkan agar ibu makan makanan yang bergizi.
8. Menganjurkan agar ibu makan dengan porsi kecil tetapi sering.
9. Menganjurkan agar ibu kontrol 1  minggu lagi atau jika ada keluhan.

      VII.      EVALUASI
Tanggal : 9 Juli 2010                             Jam : 10.30
S : - Ibu mengatakan mengerti tentang kehamilannya saat ini.
- Ibu mengatakan mengerti tentang penyebab mual dan muntah yang      dialaminya saat ini.
- Ibu mengatakan dapat beradaptasi dengan kehamilanya saat ini.
            O : - Ibu tampak mengerti dengan penjelasan yang diberikan (mengangguk-angguk)
                  - Ibu dapat mengulangi penjelasan yang diberikan.

A : - G1 P0000 Ab000 UK 8-10 mg T/H/I dengan kehamilan normal.

P : - Anjurkan agar ibu minum vitamain secara teratur sesuai dengan ketentuan.
     - Anjurkan agar ibu jangan melakukan aktivitas yang berat.
     - Anjurkan agar ibu kembali kontrol tanggal 9 Agustus 2010.





BAB IV
PEMBAHASAN

Pembahasan merupakan analisis penulis mengenal kesenjangan yang terjadi antara teori dan kenyataan/kasus yang ada. Pada teori, masalah yang dapat timbul pada Trimester I adalah mual dan muntah.
Pada kasus Ny. “R” G1 P0000 Ab000 UK 8-10 mg T/H/I dengan kehamilan normal. Didapatkan bahwa pada tinjauan kasus munculah masalah mual dan muntah akibat reaksi pada otot-otot pencernaan. Diharapkan ibu dapat menghindari makanan dengan bau dan bumbu yang tajam, banyak mengandung lemak agar tidak memicu rasa mual dan muntah. Selain itu juga dianjurkan pada ibu agar makan biskuit atau roti kering dan teh hangat sebelum bangun tidur dan makan dengan porsi kecil tetapi sering. Dengan ini diharapkan rasa mual dan muntah dapat dikurangi dan ibu masih tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Pada diagnosis di atas, penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori, praktik, intervensi dan evaluasi yang telah dilakukan berdasarkan masalah yang muncul.









BAB V
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Setelah melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. “R” G1 P0000 Ab000 UK 8-10 mg T/H/I dengan kehamilan normal, maka penulis melaksanakan pengkajian data subjektif, objektif, mengidentifikasi diagnosa dan masalah, merencanakan dan melaksanakan rencana tindakan, serta melakukan evaluasi pada  masalah yang dialami ibu yaitu mual dan muntah.
Intervensi yang dilakukan adalah dengan cara memberikan penjelasan pada ibu tentang apa yang dialami ibu adalah salah satu ketidaknyamanan yang terjadi pada trimester I dan memberikan penanganan untuk mengurangi ketidaknyamanan. Selain juga memberikan KIE tentang pentingnya nutrisi bagi ibu hamil.
Kesimpulan pada kasus Ny. “R” G1 P0000 Ab000 UK 8-10 mg T/H/I dengan kwhamilan normal dan hasil pemeriksaan adalah batas normal.

B.     SARAN
1.      Petugas Kesehatan
-         Agar petugas melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mendeteksi secara dini jika terjadi kelainan.
-         Agar petugas kesehatan membina kerjasama yang dinamis dengan klien.

2.      Klien
-         Agar klien dapat kooperatif
-         Agra klien tidak segan untuk bertanya jika ada penjelasan dari petugas yang kurang dimengerti.
-         Agar klien menjaga kehamilannya.



DAFTAR PUSTAKA

Buku 2. 2003. Asuhan Antenatal, Jakarta, Pusdiknakes.

Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta, EGC.

Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta. YPBS.

Buku 3. 2003. Asuhan Pranatal. Jakarta. EGC.

Wikipedia.org.id




askeb ini masih menggunakan 7 langkah Varney, jika institusi menggunakan konsep yg baru 4 langkah, tinggal menyesuaikan saja..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS